TWISTED THOUGHTS ON THE CORNER OF MAYBE


Blog For Free!


Archives
Home
2009 November
2009 July
2009 May
2009 April
2009 March
2009 January
2008 December
2008 November
2008 October
2008 August
2008 July
2008 June
2008 May
2008 April
2008 March
2008 February
2008 January
2007 December
2007 November
2007 October
2007 September
2007 August
2007 July
2007 June
2007 May
2007 April
2007 March
2007 February
2007 January
2006 December
2006 November
2006 October
2006 September
2006 August
2006 July
2006 June
2006 May
2006 April
2006 March
2006 February
2006 January
2005 December
2005 November
2005 October
2005 September
2005 August
2005 July
2005 June
2005 May
2005 April
2005 March
2005 February
2005 January
2004 December
2004 November
2004 October
2004 September
2004 August
2004 July
2004 June
2004 May
2004 April
2004 March
2004 February
2004 January
2003 December

My Links
tika
vicious vagina's blog
matahari hijau
richoz
prittz
Sascha
New York Lover
ninetyniners
jaja-kosong
lita lestari
mocking bird
footnotefia
erotic rose
sad saga
kriuk-kriuk
Blue Dragon
SANDOZ
stars in the sky
azzaxoxo
dita
farika
G
Gandhi - Second Cup
nana & her thoughts
sim f
hotcelebfemale
backpacker
berandalan
ebo
herbi
felicia sie
nadya
irene
putut
decy
iwank
kutulisgerimis
budibudz
skutukata
arbana
lea
alia's realm
akbar - the journey
fanny
aswin

tBlog
My Profile
Send tMail
My tFriends
My Images


Sponsored
Blog



TWISTED THOUGHTS ON THE CORNER OF MAYBE
07.20.04 (9:04 pm)   [edit]
Saya adalah produk multi kultur, paling tidak itu yang saya rasakan. Bapak saya dilahirkan dari perkawinan seorang Cirebon dan Ponorogo sedangkan Ibu saya mengaku dirinya sebagai ningrat Ciamis. Tapi untuk mengklaim diri saya sebagai orang yang sangat Jawa rasanya juga ngga layak. (lepas dari ketidakinginan saya disebut sebagai suku tertentu). Didalam budaya orang Jawa seringkali lahir keyakinan-keyakinan tertentu yang disebut Kejawen. Mereka percaya peringatan 7 hari, 40 hari, 100 hari kematian seseorang, padahal secara rasional kita dapat kapan saja melakukannya.

Mantan Presiden Pak Harto adalah orang yang sangat terkenal akan kelirumologi ini. Segala Ing Madyo Mangun Karso, Ojo Dumeh, Mangan Ngga Mangan Ngumpul, bahkan arti lagu Vanessa Williams yang “Save The Best For Last” dicurigai merupakan salah satu Kejawen (perhatikan cara makan orang Jawa, pasti ada kunciannya he..he...).

Maka jika ada seseorang bilang saya dulu telah menyia-nyiakannya, saya sempat bingung. Menyia-nyiakan artinya lebih kepada suatu kondisi dimana sebuah benda atau situasi tidak termanfaatkan dengan baik atau maksimal. Masalahnya adalah mungkin karena benda disini adalah manusia, seorang wanita, sehingga memanfaatkannya seperti layaknya sebuah kantong kresek atau sendal jepit atau apapun, adalah tidak etis :twisted: . Mungkin juga saya tidak pernah berpikir untuk memanfaatkan sesuatu atas seseorang untuk kepentingan pribadi atau paling tidak belum berpikir kesitu he..he..

Atau mungkin pada saat itu saya berlaku seperti orang Jawa...
you know... Save the best for last... :wink:


"What is better: a lie that draws a smile,
or a truth that draws a tear?"

Unknown
 


posted by: soleilvert (reply)
post date: 07.21.04 (2:34 am)

kok quote nya diganti, djie?
You dont feel it appropriate enough with the essay? hehe.. Au contraire, I think it really suited best.. "He who breaks his bridges must be a damn good swimmer" (more or less.. I kinda forget the whole lines.. me and my short memory.. ;p)



posted by: G (reply)
post date: 07.21.04 (7:04 am)

Reply to: soleilvert
It's: "He who burn his bridges must be a damn good swimmer"...he..he... iya ya? Lebih cocok untuk yang lain... ;p



posted by: richoz (reply)
post date: 07.29.04 (3:14 am)

jawa banget elu djie

Your Name:


Your Comment: