Once Upon A Time in Bangkok


Blog For Free!


Archives
Home
2009 November
2009 July
2009 May
2009 April
2009 March
2009 January
2008 December
2008 November
2008 October
2008 August
2008 July
2008 June
2008 May
2008 April
2008 March
2008 February
2008 January
2007 December
2007 November
2007 October
2007 September
2007 August
2007 July
2007 June
2007 May
2007 April
2007 March
2007 February
2007 January
2006 December
2006 November
2006 October
2006 September
2006 August
2006 July
2006 June
2006 May
2006 April
2006 March
2006 February
2006 January
2005 December
2005 November
2005 October
2005 September
2005 August
2005 July
2005 June
2005 May
2005 April
2005 March
2005 February
2005 January
2004 December
2004 November
2004 October
2004 September
2004 August
2004 July
2004 June
2004 May
2004 April
2004 March
2004 February
2004 January
2003 December

My Links
tika
vicious vagina's blog
matahari hijau
richoz
prittz
Sascha
New York Lover
ninetyniners
jaja-kosong
lita lestari
mocking bird
footnotefia
erotic rose
sad saga
kriuk-kriuk
Blue Dragon
SANDOZ
stars in the sky
azzaxoxo
dita
farika
G
Gandhi - Second Cup
nana & her thoughts
sim f
hotcelebfemale
backpacker
berandalan
ebo
herbi
felicia sie
nadya
irene
putut
decy
iwank
kutulisgerimis
budibudz
skutukata
arbana
lea
alia's realm
akbar - the journey
fanny
aswin

tBlog
My Profile
Send tMail
My tFriends
My Images


Sponsored
Blog



Once Upon A Time in Bangkok
01.31.08 (2:08 am)   [edit]

Disebuah persinggungan, seorang kopral melempar telapak tangannya kepada seorang kolonel, “Kenapa nasib tidak pernah membawa kita bertempur bersama, selalu dinas kita beda tempat” seru si kopral. Kolonel itu diam mengernyitkan alis dalam pukulan hujan yang menghaturkan beat drum yang absurd (lagian siapa juga yang cukup sentimentil ngedengerin aer ujan hehehe). “Mungkin kalo kita perang bareng, Tuhan lantas menghentikan perang ini, dan rasanya itu gak akan pernah terjadi” kata si kolonel. Kedua kapal itu lantas semakin menjauh, keduanya mengangkat telapak tangan kanan dan meletakkannya di dahi… sebuah tanda penghormatan terakhir, atau siapa tahu nanti mereka akan bertemu lagi di persinggungan berikutnya.

good luck my friend! 

 


posted by: richoz (reply)
post date: 01.31.08 (6:57 pm)

mungkin juga beat drumnya kurang cocok
jadi mereka tidak pernah dinas bareng
coba cari pola lain
misalnya trash metal atau drum'n'bass



posted by: sebastianjoshua (reply)
post date: 02.14.08 (10:52 pm)

terasa macam tak faham aje tulisan ni... hmmmm

teringat sebuah lagu

Ustaz Akhil Hayy - Kembara Di Tanah Gersang

Kembara berjalan bersendirian
Mencari jalan pulang
Bilakah masanya embunkan menjelma
Di tanah gersang yang membakar

Alangkah pedihnya nasib kembara
Ditengah khatulistiwa
Tak siapa yang dapat menghilangkan dahaga
Namun tetap ia bertahan

( korus )
Kami semua senasib dengan mu
Wahai kembara di tanah gersang
Mencari kebahgian dalam hidup
Menempuh berbagi rintangan yang ada
Namun bahgia masih impian

Kau masih berjalan dibawah sinar
Bulan bintang yang membimbing mu
Suatu hari kau kan bertemu
Sungai mengalir di taman indah
Nanti di suatu masa



posted by: adjie (reply)
post date: 02.22.08 (12:50 am)

chozzz!!!!

Your Name:


Your Comment: