LIKA-LIKU LAKI-LAKI LUKA-LUKA


Blog For Free!


Archives
Home
2009 November
2009 July
2009 May
2009 April
2009 March
2009 January
2008 December
2008 November
2008 October
2008 August
2008 July
2008 June
2008 May
2008 April
2008 March
2008 February
2008 January
2007 December
2007 November
2007 October
2007 September
2007 August
2007 July
2007 June
2007 May
2007 April
2007 March
2007 February
2007 January
2006 December
2006 November
2006 October
2006 September
2006 August
2006 July
2006 June
2006 May
2006 April
2006 March
2006 February
2006 January
2005 December
2005 November
2005 October
2005 September
2005 August
2005 July
2005 June
2005 May
2005 April
2005 March
2005 February
2005 January
2004 December
2004 November
2004 October
2004 September
2004 August
2004 July
2004 June
2004 May
2004 April
2004 March
2004 February
2004 January
2003 December

My Links
tika
vicious vagina's blog
matahari hijau
richoz
prittz
Sascha
New York Lover
ninetyniners
jaja-kosong
lita lestari
mocking bird
footnotefia
erotic rose
sad saga
kriuk-kriuk
Blue Dragon
SANDOZ
stars in the sky
azzaxoxo
dita
farika
G
Gandhi - Second Cup
nana & her thoughts
sim f
hotcelebfemale
backpacker
berandalan
ebo
herbi
felicia sie
nadya
irene
putut
decy
iwank
kutulisgerimis
budibudz
skutukata
arbana
lea
alia's realm
akbar - the journey
fanny
aswin

tBlog
My Profile
Send tMail
My tFriends
My Images


Sponsored
Blog



LIKA-LIKU LAKI-LAKI LUKA-LUKA
08.22.07 (12:47 am)   [edit]

Banyak yang bilang jadi laki-laki itu gampang, tinggal jalanin apa yang abang gua, babe gua atau seumurannya lakuin aja... Yah, silahkan juga... Tapi buat saya laki-laki itu sarat pembuktian. Pembuktian kepada keluarga, pacar, isteri, teman, hingga komunitasnya bahwa seorang laki-laki harus berani, kuat, mandiri, sehat, cerdas, yakin, bisa mimpin, bijak, adil, tegas berkeputusan, ksatria, setia dan mungkin jujur hehehe...

Dari semuanya, tiap laki-laki bergerak berdasarkan latarbelakangnya masing-masing. Ada yang karena latar belakangnya baik-baik saja sehingga tidak perlu berdiri di atas kaki sendiri, maka pembuktian mandiri jadi yang terakhir. Ada yang berlatarbelakang keras, maka dia tertempa untuk menjadi pemimpin atau bahkan... penakut.

Jujur, karena latar belakang ini banyak juga yang sebenernya ngga mikirin amat teori pembuktian ini. Buat orang yang kehidupannya lebih dari cukup misalnya, satu-satunya pembuktian dia cuma to’ol-nya masih bisa berdiri, jadi secara laki-laki dia masih berfungsi, dunia kiamat kalo ternyata fungsinya ilang, dan kalo udah gini lantas secara mandiri (jalan-jalan sendiri biar gak ketauan maksudnya) cari usaha untuk ngebenerin atau bahkan lebih.. hehehe.

Nah, setiap kriteria pembuktian di atas silahkan di mix & match dengan latar belakang masing-masing. Yang pasti, cepat atau lambat, seorang laki-laki akan memimpin, harus bijak, harus adil, dstnya dan yang menilai tentunya orang luar. Tempaan terberat adalah momen dimana itu semua akan di uji. Can you? Will you?

Padahal pada intinya gak ada yang sempurna... Well, Do you respect on how they become a man, or how they behave as a man? Either way, being a man is a shity job, but someone’s gotta do it hehehe...

 

It is the nature of man to rise to greatness if greatness is expected of him.
John Ernst Steinbeck : American novelist

 


posted by: (reply)
post date: 10.04.07 (8:45 am)

just found your blog accidently,, hmm, i've bever thought that you have such a sensitive heart and describe it to beautiful words,,, (maybe not in this writing)

but, i want to give a comment for this one..
hmm, its kind of gender things. hehe,, and sorry to say, i disagree with it,,

"Tapi buat saya laki-laki itu sarat pembuktian. Pembuktian kepada keluarga, pacar, isteri, teman, hingga komunitasnya bahwa seorang laki-laki harus berani, kuat, mandiri, sehat, cerdas, yakin, bisa mimpin, bijak, adil, tegas berkeputusan, ksatria, setia dan mungkin jujur hehehe..."

why women dont count in it? maybe its about patriarchy culture, but i think women have to prove those thing too. Perempuan nggak bisa selalu bergantung ama laki-laki terus. Mau jadi apa? Sia-2 dong segala ilmu dan pengalaman yang didapet, hehehe,, but it doesnt mean that women dont need men! I do!





posted by: adjie (reply)
post date: 10.23.07 (1:15 am)

Sebenernya post ini bukan soal gender, tapi yah saya coba nimpalin. Dengan segala kerendahan hati, saya menganggap konsep gender masih ambigu, disatu sisi terlihat ingin mendapat tempat yang sama, di sisi lain tetap perlu perhatian dari laki-laki. dimana ambigunya? contoh, kalo saya bukain pintu buat cewe, di satu sisi bisa seolah-olah ngeremehin kemampuan cewe, di lain sisi, yep cewe ngerasa diperlakuin sebagaimana cewe. ganti contohnya ama cari nafkah misalnya... cowo cari nafkah, cewe marah atau terlindungi? ;p

Your Name:


Your Comment: