DHARMA MANEATER


Blog For Free!


Archives
Home
2009 November
2009 July
2009 May
2009 April
2009 March
2009 January
2008 December
2008 November
2008 October
2008 August
2008 July
2008 June
2008 May
2008 April
2008 March
2008 February
2008 January
2007 December
2007 November
2007 October
2007 September
2007 August
2007 July
2007 June
2007 May
2007 April
2007 March
2007 February
2007 January
2006 December
2006 November
2006 October
2006 September
2006 August
2006 July
2006 June
2006 May
2006 April
2006 March
2006 February
2006 January
2005 December
2005 November
2005 October
2005 September
2005 August
2005 July
2005 June
2005 May
2005 April
2005 March
2005 February
2005 January
2004 December
2004 November
2004 October
2004 September
2004 August
2004 July
2004 June
2004 May
2004 April
2004 March
2004 February
2004 January
2003 December

My Links
tika
vicious vagina's blog
matahari hijau
richoz
prittz
Sascha
New York Lover
ninetyniners
jaja-kosong
lita lestari
mocking bird
footnotefia
erotic rose
sad saga
kriuk-kriuk
Blue Dragon
SANDOZ
stars in the sky
azzaxoxo
dita
farika
G
Gandhi - Second Cup
nana & her thoughts
sim f
hotcelebfemale
backpacker
berandalan
ebo
herbi
felicia sie
nadya
irene
putut
decy
iwank
kutulisgerimis
budibudz
skutukata
arbana
lea
alia's realm
akbar - the journey
fanny
aswin

tBlog
My Profile
Send tMail
My tFriends
My Images


Sponsored
Blog



DHARMA MANEATER
02.20.07 (2:54 am)   [edit]


Next on... Sandiwara Radio...
+++++++++++++++++++++++++ +++

[Di sebuah sesi terpisah. Sang Istri berkesempatan bicara dengan suaminya]

"Suamiku, sepertinya selingkuhanku marah. Ini soal spionnya. Dia kehilangan sekali, katanya tanpa spion dia gak bisa jalan. Apakah kamu bisa telepon dia dan minta maaf karena telah menabrak spionnya? Tolong saya... pleeeeaassseee. Saya takut hubungan saya dengan dia terganggu karena insiden ini. Walau dia baru saya kenal, tapi dia punya yang kamu gak punya. Dia sayang sekali sama aku. Itu makanya kamu telepon dia ya? Bilang aja kamu gak sengaja nabrak spionnya. Next time, selain kamu kasih lampu sebelum maksain lewat mobil kita, kamu telepon dulu ke aku, mastiin kita minggirin mobil sekalian cari argumen dulu buat kamu. Gimana? Ya.. ya... ya?...”

[dalam keadaan setengah percaya atas apa yang terjadi, si suami pun menelponnya]
SFX: (chipmunk on the phone-FFWD) [beberapa saat kemudian]

“...Gimana? saklek ya orangnya? Karena itu juga aku milih dia, dia itu orangnya kalo pengen di telpon yah dia harus di telpon, kalo dia pengen saya kerja bareng dia, ya kudu kerja bareng dia... hihihihi... makanya kamu jadi suami saklek dong!”

[suaminya mulai menghitung kunang-kunang di kepalanya, semua seolah-olah silent dalam kecepatan jantung yang tak terduga] SFX: (heartbeat)

“Duh kamu kenapa lagi? Capyede... gini deh... Kamu tahu kan saya labil... Saya gak bisa ada di tengah-tengah begini... jangan paksa saya untuk milih! Karena mungkin aja bukan kamu dan dia yang saya pilih. Mungkin aja saya pilih orang lain. Karena sejak perselingkuhan ini terbongkar, saya ngga pengen lagi berhubungan dengan kamu. Kamu gak apa-apa kan???...”

[Tubuh sang suami sukses jatuh menghajar bumi] SFX: (Game Over from Digger Game)



+++++++++++++++++++++++++ +++++++++++++

"This is not the end. It is not even the beginning of the end.
But it is, perhaps, the end of the beginning." Churchill

0 Comments
 
Your Name:


Your Comment: