|
Dewi duduk di sebuah pojokan kubikal berharap-harap cemas. Biasanya kalo saya mulai badaiotak, ngeprint, dan kemudian masuk ke ruang atasan untuk present karya maka dia bergerak mendekati. Disaat mau parkir di bawah saja, dia sudah bersembunyi deket lift basement. Sebenarnya sejak kecil visual Dewi mulai merasuki pikiran, berada persis selalu disaat-saat dibutuhkan. Terima kasih. Saya selalu mengagumi bagaimana dia bisa bekerjasama dengan Tuhan lalu hadir di bumi meciptakan cipratan-cipratan indah di kehidupan saya. Saya kerap bersyukur atas semuanya. Dan Dewi Fortunaku... semoga trus selalu ada disisiku  Aku di sini, duduk manis menantimu Aku pun ingin membuat, Kau tak menyesal Bahwa Kau telah, memilih diriku ini Yang akan terus membuat, hidupmu indah (Gelora Asmara, Groove Bandit)
|