mimpi basah; sebuah prologue


Blog For Free!


Archives
Home
2009 November
2009 July
2009 May
2009 April
2009 March
2009 January
2008 December
2008 November
2008 October
2008 August
2008 July
2008 June
2008 May
2008 April
2008 March
2008 February
2008 January
2007 December
2007 November
2007 October
2007 September
2007 August
2007 July
2007 June
2007 May
2007 April
2007 March
2007 February
2007 January
2006 December
2006 November
2006 October
2006 September
2006 August
2006 July
2006 June
2006 May
2006 April
2006 March
2006 February
2006 January
2005 December
2005 November
2005 October
2005 September
2005 August
2005 July
2005 June
2005 May
2005 April
2005 March
2005 February
2005 January
2004 December
2004 November
2004 October
2004 September
2004 August
2004 July
2004 June
2004 May
2004 April
2004 March
2004 February
2004 January
2003 December

My Links
tika
vicious vagina's blog
matahari hijau
richoz
prittz
Sascha
New York Lover
ninetyniners
jaja-kosong
lita lestari
mocking bird
footnotefia
erotic rose
sad saga
kriuk-kriuk
Blue Dragon
SANDOZ
stars in the sky
azzaxoxo
dita
farika
G
Gandhi - Second Cup
nana & her thoughts
sim f
hotcelebfemale
backpacker
berandalan
ebo
herbi
felicia sie
nadya
irene
putut
decy
iwank
kutulisgerimis
budibudz
skutukata
arbana
lea
alia's realm
akbar - the journey
fanny
aswin

tBlog
My Profile
Send tMail
My tFriends
My Images


Sponsored
Blog



mimpi basah; sebuah prologue
12.18.06 (11:03 pm)   [edit]

Mari saya perkenalkan dengan salah satu penghuni tetap mimpi saya, mimpi yang terdiri dari jutaan genre namun selalu sukses berakhir dengan pernuh smangat absurditas kartun jepang hehehe... Betapapun serius tema mimpi seperti kematian atau musibah selalu berujung dengan keadaan yang berubah 180", entah tiba-tiba ada superhero tidak berbentuk yang sok melakukan penyelamatan atau set mimpi jadi seolah ada di dunia yang berbeda tema (jumpcut, gak di rekomen utk flow editan TVC ;p ).

Anyway, balik lagi ke si penghuni tetap, walopun yang satu ini bukan lagi berbau kartun, tapi akan saya ceritakan saja. Di beberapa mimpi ini saya seringkali di kondisikan tinggal disebuah gang kecil kumuh yang acapkali banjir saluran airnya jika hujan mengguyur. Di rumah itu saya tinggal dengan bos saya, bos yang dimana saya kerja sekarang (di dunia nyata)... jadi kalo pindah kantor, otomatis penghuni rumah itu ganti hehehe... Well, i did mentioned about how absurd it was aight? :)

Tapi yang lebih menarik dari semua itu adalah siapa yang tinggal persis di depan rumah di gang berukuran 3 meter-an itu. Rumah itu dihuni sepasang suami isteri keturunan Cina yang kira-kira berusia setengah abad. Sang isteri di klaim sudah tidak produktif lagi di ranjang, jadi si suami secara terang-terangan sering membawa wanita lain ke rumah. Hingga akhirnya hatinya tertambat pada seorang Amoy berusia sekitar 28 th-an. Dia tampak memerlukan figur seorang ayah, disisi lain dia memiliki agenda tersendiri, seorang hiperseks dengan perawakan kurang ajar, (mungkin karena ini mimpi, tapi silahkan gabungkan Gong Li dengan Paz Vega, get the picture? silahkan baca lebih lanjut). Maka hampir setiap pagi, siang sore, malam, yang kita dengar adalah suara lenguhan wanita ini dari lantai 2 tempat tinggal sempit milik mereka.

Si isteri lebih sering berada di lantai bawah meratapi nasibnya. Pada beberapa kesempatan mereka keluar bareng dengan sebuah mobil Sapporo jadul. Kemudian, tidak lama pulang, ritual yang sama lagi-lagi kita dengar, orang-orang yang lalu lalang dari geli hingga akhirnya terbiasa mendengar semuanya. Gak sekali si wanita mengeluarkan kepala dari jendela kamar mengambil udara segar, memergoki puluhan laki-laki (termasuk saya) yang melihat keatas menahan ludah di tenggorokan yang juga belum sempat tertelan. Lalu dia melempar senyum nakal dan kembali ke dalam kamar. Dan ritual yang sama terjadi.

Well, that's about it. Paling gak jika suatu saat mimpi ini jadi kenyataan, I think I'll know what I'm gonna do.

 
“The best thing about dreams is that fleeting moment,
when you are between asleep and awake, when you don't know
the difference between reality and fantasy, when for just that one moment
you feel with your entire soul that the dream is reality, and it really happened.” (Unknown)
0 Comments
 
Your Name:


Your Comment: