|
Algojo itu bernama Suratan. Cukup besar untuk membuat siapapun mati tanpa lama. Topengnya berbentuk dari kulit badak lengkap dengan cula dihidungnya. Tangannya besar mengepal dengan sebelahnya memegang pedang bertatah ayat kematian. Matanya menyorot tajam pada setiap lawannya, seolah bilang, kau hanya debu bagi aku. Tapi orang itu maju, melawan. Tanpa tahu kenapa. Dan dia terluka. Perih. Tanpa tahu kenapa. Di dalam perih dia belajar. Bahwa konyol tiada terbayar, semahal sakit dalam sesal melawan Suratan. [terinspirasi dari film The Prestige]
|