|
Laki-laki itu bicara dalam pilihan santun kata-katanya, seperti biasa bukan? Tidak mas, lebih parau, berat seberat beban yang menimpa. Berdiri tinggi tegap, sama seperti dulu bukan? Tidak mas, karena tegap dan tegar dua hal yang berbeda. Merasakan kekuatan lain yg bicara dgn bahasa-Nya, gak ada yang berubah bukan? Sama Mas... Kita berusaha dan berdoa, Tuhan yang menentukan bukan? ;p Dan saya berharap segelintir senyuman kini perlahan keluar setelah galonan air mata untuk Jogja. Turut berduka cita atas tragedi gempa yang menimpa Jogja dan sekitarnya, Sabtu 27 Mei 2006, 5.9 Skala Reichter.
|