|
pada sebuah mendung tahukah kamu
pohon yang kita tanam waktu itu kini kian meninggi ku harap kedatanganmu dengan sesal yang keluar satu-satu
dan kau semayamkan lenganmu di dadaku berkata dalam hati... "kamulah yang ingin saya lihat, saat saya bangun dari tidur!" Mataku nanar "semoga hujan segera berhenti"
|