Blog For Free!


Archives
Home
2008 August
2008 July
2008 June
2008 May
2008 April
2008 March
2008 February
2008 January
2007 December
2007 November
2007 October
2007 September
2007 August
2007 July
2007 June
2007 May
2007 April
2007 March
2007 February
2007 January
2006 December
2006 November
2006 October
2006 September
2006 August
2006 July
2006 June
2006 May
2006 April
2006 March
2006 February
2006 January
2005 December
2005 November
2005 October
2005 September
2005 August
2005 July
2005 June
2005 May
2005 April
2005 March
2005 February
2005 January
2004 December
2004 November
2004 October
2004 September
2004 August
2004 July
2004 June
2004 May
2004 April
2004 March
2004 February
2004 January
2003 December

My Links
tika
vicious vagina's blog
matahari hijau
richoz
prittz
Sascha
New York Lover
ninetyniners
jaja-kosong
lita lestari
mocking bird
footnotefia
erotic rose
sad saga
kriuk-kriuk
Blue Dragon
SANDOZ
stars in the sky
azzaxoxo
dita
farika
G
Gandhi - Second Cup
nana & her thoughts
sim f
hotcelebfemale
backpacker
berandalan
ebo
herbi
felicia sie
nadya
irene
putut
decy
iwank
kutulisgerimis
budibudz
skutukata
arbana
lea
alia's realm
akbar - the journey
fanny
aswin

tBlog
My Profile
Send tMail
My tFriends
My Images


Sponsored
Blog



hal kecil di besarnya waktu
12.21.06 (8:29 pm)   [edit]

Di luar hujan, saya jadi satu-satunya yang mensyukuri arti sebuah jendela. Lewat jendela semua perubahan terlihat, angin yang meniup daun akasia di hujan siang itu, adik yang baru pulang sekolah sambil main hujan2an, atau Mang Jupri yang lagi susah payah mengangkat ban becak yang terselip di antara celah trotoar.

Tiga jam kemudian cuaca berubah total, dari hujan ke panas. Basah aspal berangsur mengering. Dan janji sore itu berarti tidak lagi gagal. Kini saya jadi satu-satunya yang mensyukuri arti sepasang sepatu. Melompat lincah tanpa takut basah. Melindungi dari cipratan Kijang Kapsul, tanah basah dan paku jalan.

Some little things, neglected in the back of your head, but surely means a lot. Start to appreciate those little stuff, we never know.

 

(dedicated to ips and farx...)

 

10 Comments
 
mimpi basah; sebuah prologue
12.18.06 (11:03 pm)   [edit]

Mari saya perkenalkan dengan salah satu penghuni tetap mimpi saya, mimpi yang terdiri dari jutaan genre namun selalu sukses berakhir dengan pernuh smangat absurditas kartun jepang hehehe... Betapapun serius tema mimpi seperti kematian atau musibah selalu berujung dengan keadaan yang berubah 180", entah tiba-tiba ada superhero tidak berbentuk yang sok melakukan penyelamatan atau set mimpi jadi seolah ada di dunia yang berbeda tema (jumpcut, gak di rekomen utk flow editan TVC ;p ).

Anyway, balik lagi ke si penghuni tetap, walopun yang satu ini bukan lagi berbau kartun, tapi akan saya ceritakan saja. Di beberapa mimpi ini saya seringkali di kondisikan tinggal disebuah gang kecil kumuh yang acapkali banjir saluran airnya jika hujan mengguyur. Di rumah itu saya tinggal dengan bos saya, bos yang dimana saya kerja sekarang (di dunia nyata)... jadi kalo pindah kantor, otomatis penghuni rumah itu ganti hehehe... Well, i did mentioned about how absurd it was aight? :)

Tapi yang lebih menarik dari semua itu adalah siapa yang tinggal persis di depan rumah di gang berukuran 3 meter-an itu. Rumah itu dihuni sepasang suami isteri keturunan Cina yang kira-kira berusia setengah abad. Sang isteri di klaim sudah tidak produktif lagi di ranjang, jadi si suami secara terang-terangan sering membawa wanita lain ke rumah. Hingga akhirnya hatinya tertambat pada seorang Amoy berusia sekitar 28 th-an. Dia tampak memerlukan figur seorang ayah, disisi lain dia memiliki agenda tersendiri, seorang hiperseks dengan perawakan kurang ajar, (mungkin karena ini mimpi, tapi silahkan gabungkan Gong Li dengan Paz Vega, get the picture? silahkan baca lebih lanjut). Maka hampir setiap pagi, siang sore, malam, yang kita dengar adalah suara lenguhan wanita ini dari lantai 2 tempat tinggal sempit milik mereka.

Si isteri lebih sering berada di lantai bawah meratapi nasibnya. Pada beberapa kesempatan mereka keluar bareng dengan sebuah mobil Sapporo jadul. Kemudian, tidak lama pulang, ritual yang sama lagi-lagi kita dengar, orang-orang yang lalu lalang dari geli hingga akhirnya terbiasa mendengar semuanya. Gak sekali si wanita mengeluarkan kepala dari jendela kamar mengambil udara segar, memergoki puluhan laki-laki (termasuk saya) yang melihat keatas menahan ludah di tenggorokan yang juga belum sempat tertelan. Lalu dia melempar senyum nakal dan kembali ke dalam kamar. Dan ritual yang sama terjadi.

Well, that's about it. Paling gak jika suatu saat mimpi ini jadi kenyataan, I think I'll know what I'm gonna do.

 
“The best thing about dreams is that fleeting moment,
when you are between asleep and awake, when you don't know
the difference between reality and fantasy, when for just that one moment
you feel with your entire soul that the dream is reality, and it really happened.” (Unknown)
0 Comments
 
Still think life is funny?
12.14.06 (9:16 pm)   [edit]

 

clown

“I think of myself as an intelligent, sensitive human being with the soul of a clown
which always forces me to blow it at the most important moments.” (Jim Morrison)
0 Comments
 
Arini, Masih Ada Mamang Bajaj Yang Akan Liwat...
12.11.06 (11:02 pm)   [edit]
Pernah coba bermain dengan takdir? Sejenis apa yang dilakukan di film Serendipity saat Sara (Kate Beckinsale) meninggalkan sebuah nomornya dibuku yang dia donasikan untuk akhirnya ditemukan Jonathan (John Cusack) setelah bertahun-tahun. Atau seperti yang dilakukan Kevin Costner dalam Message In A Bottle, menulis pesan yang dimasukkan ke dalam botol dan di lepas di laut untuk akhirnya ditemukan seorang wanita yang menaruh harapan terhadap tulisan dalam botol tersebut, kemudian nekat mencari si penulisnya. Atau juga sama dengan Wicker Park-nya Josh Harnett. Cuma yang lebih terkemas kocak adalah film Korea berjudul My Sassy Girl, sempat ditiru secara gagal oleh pesinetron Indonesia dengan judul Cewekku Jutek hehehe (ga penting)...

Formula-nya sama, ada dua orang yang pernah jalan bareng untuk waktu yang relatif lama, namun karena satu dan lain hal keduanya harus berpisah. Salah satu dari mereka sepakat untuk bermain dengan takdir; menulis coretan di kertas yang disebar secara random, berjanji di suatu tempat di waktu tertentu, atau menulis pesan antah berantah, dan hal-hal sejenis lainnya. Kesemuanya dilakukan dengan harapan jika memang takdir mengijinkan, maka mereka akan dipertemukan dengan pasangannya. Tanda-tanda terbaca. Mereka bertemu. Happy Ending. End of story.

So couples, when in times of trouble... try this cute lil' formula! Tentu aja, ada faktor laennya, faktor mau dan mampu hehehe... udah ketemu eh gak mau atau gak bisa wujudin... then you might as well flop. But, at least, for once... you prove something... good luck! Cool

3 Comments
 
Purnama 1 Suro
12.07.06 (10:36 pm)   [edit]

 

Bulan malam itu hanya berbisik

pada perempatan yang lengang
pada takdir yang kelamaan
pada resleting yang setengah terbuka
di lelaki yang tersandung fajar

“pssssttt... sudah tahu mau kemana?
sebentar lagi saya hilang
termakan pagi...”
1 Comments
 
Abrakadabra!
12.07.06 (12:55 am)   [edit]

Algojo itu bernama Suratan.
Cukup besar untuk membuat siapapun mati
tanpa lama. Topengnya berbentuk
dari kulit badak lengkap dengan cula
dihidungnya.

Tangannya besar mengepal dengan
sebelahnya memegang pedang bertatah ayat kematian.
Matanya menyorot tajam pada setiap lawannya,
seolah bilang, kau hanya debu bagi aku.

Tapi orang itu maju, melawan.
Tanpa tahu kenapa.
Dan dia terluka.
Perih.
Tanpa tahu kenapa.

Di dalam perih dia belajar.
Bahwa konyol tiada terbayar,
semahal sakit dalam sesal
melawan Suratan.

 

[terinspirasi dari film The Prestige] 

0 Comments
 
Bali, Semester Awal Kuliah (1994)
12.06.06 (12:23 am)   [edit]

bali

Kalo galau paling enak nongkrong di Kampus Bukit Jimbaran jam 4 sore.


I can see the sunset in your eyes
Brown and grey and blue besides
Clouds are stalking islands in the sun
Wish I could dry one out of season
But don't hesitate 'cause your love just won't wait hey
Ooh baby I love your way every day

(I Love Your Way, Big Mountain)

2 Comments
 
TEORI PERESAN JERUK
12.04.06 (8:20 pm)   [edit]

Pernah denger? Berani tarohan pasti belom hehehe.. Iyalah orang gua aja yang kepikiran lantas berasumsi. Well, teori ini keluar setelah banyak memperhatikan sekeliling juga pengalaman bertemu dengan beberapa lawan kencan (cah elah lawan kencaaaannn) ;p. Jadi, baik kita pacaran atau sekedar ketemu, deket atau malah get along pretty well hingga akhirnya menikah (atau tidak, tapi at least memutuskan bahwa orang tertentu adalah “the one”), percaya atau nggak, orang itu, adalah hasil penggabungan masa lalu kita? Baik itu colongan sifat, sikap, tanggal lahir, hobi, dan yang lebih kocak adalah nama si ‘the one' mungkin (baru mungkin) adalah pemenggalan beberapa kata/suku kata dari nama salah satu atau salah dua dan seterusnya dari mantan kita atau sosok yang pernah kita kagumi? Gak percaya? Anda yang sudah menikah atau pernah menemukan “the one” nya, segera ambil secarik kertas, coba urak urik sendiri! Persis seperti bikin jus jeruk pake alat pemeras jeruk, intisarinya ada di lapisan paling bawah. Enjoy! Sluurrrppp!!!! ;p

 

“What you need to know about the past is that no matter what has happened,
it has all worked together to bring you to this very moment.
And this is the moment you can choose to make everything new.
Right now.” (anonymous)
1 Comments