Blog For Free!


Archives
Home
2008 August
2008 July
2008 June
2008 May
2008 April
2008 March
2008 February
2008 January
2007 December
2007 November
2007 October
2007 September
2007 August
2007 July
2007 June
2007 May
2007 April
2007 March
2007 February
2007 January
2006 December
2006 November
2006 October
2006 September
2006 August
2006 July
2006 June
2006 May
2006 April
2006 March
2006 February
2006 January
2005 December
2005 November
2005 October
2005 September
2005 August
2005 July
2005 June
2005 May
2005 April
2005 March
2005 February
2005 January
2004 December
2004 November
2004 October
2004 September
2004 August
2004 July
2004 June
2004 May
2004 April
2004 March
2004 February
2004 January
2003 December

My Links
tika
vicious vagina's blog
matahari hijau
richoz
prittz
Sascha
New York Lover
ninetyniners
jaja-kosong
lita lestari
mocking bird
footnotefia
erotic rose
sad saga
kriuk-kriuk
Blue Dragon
SANDOZ
stars in the sky
azzaxoxo
dita
farika
G
Gandhi - Second Cup
nana & her thoughts
sim f
hotcelebfemale
backpacker
berandalan
ebo
herbi
felicia sie
nadya
irene
putut
decy
iwank
kutulisgerimis
budibudz
skutukata
arbana
lea
alia's realm
akbar - the journey
fanny
aswin

tBlog
My Profile
Send tMail
My tFriends
My Images


Sponsored
Blog



presenting, me & julio iglesias
02.20.06 (2:22 am)   [edit]

About a couple of days ago, me with a bunch of office fellas being ask to create a story about a topic picked by my creative director (later to be presented in an internal meeting), and i dunno why he picked "woman" as my theme story ;p. So here it is... ME & WOMAN IN MY LIFE a writing to be share...

Ada yang pernah bilang, “When a man have a good time with woman, it never meant conversation” hehehe… Mungkin benar, tapi buat saya mungkin juga salah… Paling ngga itu semua dimulai dari pemahaman saya tentang wanita, yang mungkin ngga sebanyak orang lain. Wanita-wanita yang pernah ada dalam hidup saya yang akan diceritakan adalah ibu saya, tipikal isteri jaman dulu yang patuh dan taat pada suaminya, mengabdi yang kadang salah kaprah terutama setelah saya mendapatkannya mencari nafkah buat orang rumah sementara suaminya belum juga tergerak.

Lalu ada seorang gadis kecil yang samar-samar saya ingat disaat TK, Hera namanya, untuk pertama kalinya saya suka dengan lawan jenis, berdebar jantung jika berjalan di depannya. Lalu menghilang begitu saja persis menjelang kita masuk SD. Sejak itu saya tidak lagi menemukan rasa yang sama hingga saya masuk SMP. Yuniarti atau akrab dipanggil Yuyun, kecantikan dan kesederhanaannya memukau saya... cukup mengalahkan popularitas Erika yang kala itu digilai cowo satu sekolah. Sebuah mutiara yang terpendam, dan untuk kali kedua saya merasakan lagi rasa itu. Kekaguman demi kekaguman yang tiada pernah berani terucap. Kelu persis disaat kata-kata menyentuh ujung lidah.

Hingga akhirnya saya diadopsi oleh kakak saya di bilangan Jakarta Barat. Disana saya bertemu Baby, cantik dengan lekuk tubuh sempurna. Doktrin anak-anak lewat majalah dan stensil cukup berhasil merasuki pikiran, apakah Baby “the one”? Lewat secarik kertas saya mengumpulkan kekuatan untuk melanjutkan percakapan hingga tidak sebatas "hi" dan "bye!" Dan untuk pertama kalinya saya merasakan rasanya ditolak cewe.

Ada banyak lagi wanita-wanita yang kemudian masuk ke dalam hidup saya, kadang berjalan tidak mengenakan hingga puncaknya adalah saat saya dikhianati. Kepercayaan dan keyakinan yang di junjung tinggi lantas jadi berantakan. Sejak itu saya camkan dalam-dalam bahwa pemahaman saya harus di “customize”. Teori kustomisasi cinta hehehe kalo boleh saya bilang, adalah teori untuk tidak terlalu menempatkan cinta pada wanita pada kadar absolut, bermain-main lah sesuai perasaan dan keadaannya pada saat itu. Karena wanita yang sebelumnya saya tahu adalah sosok yang sensitif, emosional, tanpa bantuan nice attitude, physical appearance atau otak yang cemerlang, they might just be a battery without a positive side. ;p

Namun ada juga wanita yang walau dijungkir balikan akan selalu mendapat tempat spesial, seperti ibu saya, yang walau begitu dia adalah seorang pelindung dan pemersatu bagi anak-anaknya. Hingga kini dimata saya dia adalah pejuang hidup. Lalu kakak perempuan yang mengadopsi saya, happens to be dia adalah cerminan yang baik buat saya terus melangkah. And without trying to put you girls aside, there’s always some good things that i found... and it stays in some cubical of my heart. Wuff u gals! ;p


4 Comments
 
FEBRUARI ANJING!
02.03.06 (9:18 pm)   [edit]
Have I told you lately that I love you Have I told you there’s no one else above you Fill my heart with gladness Take away all my sadness Ease my troubles that’s what you do

Dengerin Rod Stewart di ujannya Februari emang asoy geboy, kalo kata Soekarmin temen berlogat Jawa yang sok berlantun Betawi “Tambahin Udhut, Kupi ame Ruti dah… anteeeeng banget”. “Yea..yea Min, teserah lo dah!” hehehe. Liriknya oke, dan musik yang di re-make juga pas aja. Jadi kebayang Soekarmin ngangguk2 pake earphone ngikutin lagu sok ngarti… “Asik nih lagu!” gitu mungkin dia bergumam.

Kadang lagu bawa kita ke suatu rentetan memori, nah flashback lah saya dengan lagu ini ke Bogor taun 1980-an, Wisma Bahtera Cipayung, begitu biasanya kita sebut. Disana saya minta diberikan anjing piaraan, Nero namanya, ngikut dan nemenin bocah 4 taun itu kemana-mana, waktu nyari capung pake lidi dengan getah nangka di ujungnya, waktu nangkep ikan di cerik Ciliwung, waktu lari-lari ngejar truk-truk material yang lewat. Kalo pulang ke rumah selalu ngedapetin kakak saya lagi dengerin lagu dari the Beatles, Rolling Stones termasuk Rod Stewart tadi.

Suatu kali waktu Dad baru pulang dari Jakarta, Nero kaya berubah… Tiba-tiba saya di gonggong dan dikejar berkeliling mobil ngga berhenti sampe saya naik ke atas Fiat tua Dad… kalut ngga cukup ngerti ama apa yang terjadi...ketakutan. Jadi waktu ditanya apa saya masih mau miara dia lagi, saya kontan bilang nggak! Anjroth gimana kaga? Kebayang taringnya aja terus, plus isu rabies yang waktu itu lagi naik.. bikin ragu. Akhirnya saya ngga miara dia, tapi nggak ngaruh banyak wong yang lantas miara ya kakak yang notabene tinggal disitu juga hehehe..

Sekarang ko ya mikir, ternyata banyak juga yang seru-seru ama Nero. Tapi yaudah, mungkin emang jalannya gitu, mending temenan ama Soekarmin deh hehehehe... ”Ya gak Min?” kebayang dia lagi ngangguk2 masih pake earphone ngikutin lagu sok ngarti… “Asik nih lagu!” gitu mungkin dia tetap bergumam.

“Yea..yea Min, teserah lo dah!” ;p


"Doubt is a pain too lonely to know
that faith is his twin brother.”Kahlil Gibran
1 Comments