Blog For Free!


Archives
Home
2008 August
2008 July
2008 June
2008 May
2008 April
2008 March
2008 February
2008 January
2007 December
2007 November
2007 October
2007 September
2007 August
2007 July
2007 June
2007 May
2007 April
2007 March
2007 February
2007 January
2006 December
2006 November
2006 October
2006 September
2006 August
2006 July
2006 June
2006 May
2006 April
2006 March
2006 February
2006 January
2005 December
2005 November
2005 October
2005 September
2005 August
2005 July
2005 June
2005 May
2005 April
2005 March
2005 February
2005 January
2004 December
2004 November
2004 October
2004 September
2004 August
2004 July
2004 June
2004 May
2004 April
2004 March
2004 February
2004 January
2003 December

My Links
tika
vicious vagina's blog
matahari hijau
richoz
prittz
Sascha
New York Lover
ninetyniners
jaja-kosong
lita lestari
mocking bird
footnotefia
erotic rose
sad saga
kriuk-kriuk
Blue Dragon
SANDOZ
stars in the sky
azzaxoxo
dita
farika
G
Gandhi - Second Cup
nana & her thoughts
sim f
hotcelebfemale
backpacker
berandalan
ebo
herbi
felicia sie
nadya
irene
putut
decy
iwank
kutulisgerimis
budibudz
skutukata
arbana
lea
alia's realm
akbar - the journey
fanny
aswin

tBlog
My Profile
Send tMail
My tFriends
My Images


Sponsored
Blog



daddy's gonna pay for your crashed car
12.14.05 (5:03 pm)   [edit]

Beberapa waktu lalu mobil saya di tabrak motor, bawaannya mau ngamuk tapi ko ndak jadi? Padahal di Jakarta, siapa tereak duluan, itu yang menang, lawannya adalah yang ujung2nya kudu bayar ganti rugi. Tapi entah belakangan, biar darah udah di ubun-ubun, ko ya bisa-bisanya lantas ngadem ngayem. Jadi inget masa kuliah dulu, disaat masih cuek kalo besok makan apa kagak, disaat ngabisin malem berteman nyamuk, radio dual band siaran setempat berteman arak sebotol, disaat pulang sore-sore dari Kuta bareng Ebo, disaat itulah ditabrak motor pas lagi naik motor… nah lho?


Tapi akhirnya semua berhenti disana... emosi yang tinggal sedikit lagi nyolek otak untuk ngasi instruksi, “Hey Man, tinju dia!”, tiba-tiba di cut Ebo karena dia keduluan berempati terhadap orang itu. ”Atas masalah yang sama, kok ngga enak ya dilabrak orang, padahal kan kita udah ngerasa bersalah banget?” begitu pertimbangan dia. Makanya saya diemin orang itu jalan trus, walopun itu berarti cegokan di bemper ceketer (nama Honda 70) kuning saya. I dunno, mungkin ada benernya kali… lantas aja kadang kepikiran kalo suatu saat itu terjadi ama saya, mungkin dampaknya akan sama. Bagaimana jika saya ditabrak lagi? Apa saya masih bisa mempertahankan empati itu? Dan kemarin, mobil saya ditabrak motor lagi, dengan efek yang lebih mencengangkan.


Hehehe… tanpa disadari empati itu nyakitin… karena pengalaman lah yang membuat orang bisa berempati, padahal faktanya tidak semua menjalani proses hidup yang sama.


Makanya mungkin bener kata temen saya diblognya:


"Kalau mau berbuat baik, berbuat baiklah setulus mungkin, gak usah pamrih…


Kalo masih gak rela juga, ya silakan selesaikan secara adat yang berlaku… :lol:


 

1 Comments
 
awkward anonymous what?
12.13.05 (5:52 pm)   [edit]
Jalan itu kecil... dan banyaknya orang-orang yang memadati jalan hingga kedalam tidak membuatnya lebih mudah untuk menjangkau rumah Mba Endang kakakku. Dia tinggal sendiri disana, entah kenapa mobil saya arahkan kesana.

Ada kakak tertua saya Mas Yanto duduk dengan peci di ujung ruangan, Meid (that's what we used to call my mum) duduk di lantai di tengah ruangan berdandan cantik sekali, di atas tikar yang biasa ada di langgar, disitulah alm. Dad (that's what we used to call our Pa), duduk bersimpuh menunduk dengan raut muka yang sedih. Sisanya duduk dan berdatangan saudara dari kedua belah pihak yang saya kurang tahu, plus para tamu yang juga terus berdatangan.

Meid mendekat lalu meminta saya menulis nama saya di atas kertas, "Saatnya tiba..." begitu katanya. Masih dalam keheranan saya lalu mengambil kertas yang disodorkan. "Setelah ini nama kamu dipanggil, bilang saja sudah siapa atau belum?". "Siap kenapa?" tanya saya. "Apakah kamu siap untuk memberi suara atas fakta bahwa kami akan bercerai"

Hoaaa, isn't Dad died already? Lagian cerai? What is this? "Ngga, aku ngga akan ngasi suara apa-apa, ngga sampe kaka-kaka yang lain datang!" teriak aku sambil mengamuk. Tapi pengambilan suara tetap diteruskan. Dan saya terbangun tanpa sempat tahu hasil akhirnya.



"Don't grieve. Anything you lose
comes round in another form."
The Rumi

Yauda deh mpok Rumi or whoever you are...
smoga ente bener ye...! ;p

1 Comments
 
Pada Suatu Cerita
12.12.05 (6:23 pm)   [edit]
Ada berita dari Syiriah
katanya yang kudus kini berbau wedhus
smua nista pula panditha

Oh...
bagaimana saya bercerita pada sang Baginda?
Apakah kusiram saja tenggorokannya dengan
lava yang saya terima...

menghujani tikaman seperti keris ken arok
pada tunggul ametung...

Atau perlahan saja...
seperti cinta majnun
pada layla?



Katana,
Ahad 11 2005
1 Comments