Blog For Free!


Archives
Home
2008 August
2008 July
2008 June
2008 May
2008 April
2008 March
2008 February
2008 January
2007 December
2007 November
2007 October
2007 September
2007 August
2007 July
2007 June
2007 May
2007 April
2007 March
2007 February
2007 January
2006 December
2006 November
2006 October
2006 September
2006 August
2006 July
2006 June
2006 May
2006 April
2006 March
2006 February
2006 January
2005 December
2005 November
2005 October
2005 September
2005 August
2005 July
2005 June
2005 May
2005 April
2005 March
2005 February
2005 January
2004 December
2004 November
2004 October
2004 September
2004 August
2004 July
2004 June
2004 May
2004 April
2004 March
2004 February
2004 January
2003 December

My Links
tika
vicious vagina's blog
matahari hijau
richoz
prittz
Sascha
New York Lover
ninetyniners
jaja-kosong
lita lestari
mocking bird
footnotefia
erotic rose
sad saga
kriuk-kriuk
Blue Dragon
SANDOZ
stars in the sky
azzaxoxo
dita
farika
G
Gandhi - Second Cup
nana & her thoughts
sim f
hotcelebfemale
backpacker
berandalan
ebo
herbi
felicia sie
nadya
irene
putut
decy
iwank
kutulisgerimis
budibudz
skutukata
arbana
lea
alia's realm
akbar - the journey
fanny
aswin

tBlog
My Profile
Send tMail
My tFriends
My Images


Sponsored
Blog



Sad But True, But What Then?
01.23.05 (7:17 pm)   [edit]
Dulu...
waktu kecil, jika dua anjing saya mengejar, saya lari ketakutan.
Waktu SD, jika Ayah saya marah lantaran suka ikutan begadang anak-anak gede,
saya mending pasrah ama biru2 di pantat.
Dulu, jika guru ngaji saya memukul badan jari saya karena misspelled,
pun lebih baik saya pasrah dengan perubahan ukuran jari tengah.
Jaman itu, ketika sulit-sulitnya berangkat sekolah,
ibu saya harus mencari pinjaman ke tetangga untuk ongkos yang seringkali tidak cukup.
Karenanya, saya harus menumpang mobil bak kosong atau bahkan jalan kaki
jika memang tidak ada ongkos pulang.
Dulu saya harus jadi kernet atau pengamen, kalau pengen punya uang lebih.
Dulu saya harus puasa untuk les drum supaya bisa ikutan band di sekolah.
Dan dulu jika saya tidak setuju dengan guru SMA saya yang kerap mencari kesalahan,
tentu saja saya tinggal berhadapan dengan omelan orang rumah.
Dulu, saya harus memilih kuliah dan tinggal jauh karena biaya.
Dan karena alasan yang sama saya menyewa dapur milik teman sebagai tempat tinggal.
Dulu dalam tengang waktu yang sama, saya harus menyaksikan pacar saya selngkuh.
Dan…… lagi untuk kedua kalinya.
Staun yang lalu kami ditinggal sang Ayah tercinta, sebuah figur nahkoda
bagi kapal keluarga kami.

Sekarang...
kami tinggal tanpa beliau, dan rukun-rukun aja.
Sekarang saya tidak lagi takut dengan anjing, mungkin segan.
Saya pun tidak lagi takut dengan pengaruh begadang dan kelebaman fisik.
Sekarang saya lebih takut dengan yang di Atas jika saya mispelled pas ngaji.
Saya sekarang yang harus membalas semua yang ibu lakuin dulu-dulu.
Karena saya Alhamdulillah tidak lagi harus mengernet, mengamen atau tinggal
di tempat yang tidak layak.
Walau sekarang mereka masih mengomel karena keterlambatan saya pulang kantor,
sebuah disiplinasi, kontrol sosial atas apa yang ada, saya rasa.
Saya pun sudah melupakan dosa-dosa pacar saya dulu, karena dia telah merusak
prinsip-prinsip berhubungan dan saya yakin ada yang akan membalasnya.

Setiap orang punya catatan pahit dalam hidupnya. Catatan itu ada karena
memang sudah seharusnya ada. Sebagai perjalanan yang sudah tersurat
mungkin sejak sperma ayah kita terproses dalam ovum sang ibu.
Saya memilih untuk percaya ‘There’ll be a light somewhere out there,
so we’re no longer stay in this black cloudy road’.
Namun dalam prosesnya akan kembali pada keyakinan kita,
apakah menjadikannya sebagai cermin lalu bangkit,
atau tenggelam bersamanya. Well, jika saya memilih untuk beranjak bangkit,
maka mungkin giliran anda bertanya wahai ‘Sad Past Life’?
Have We Really Moved On?



so many tears i've cried
so much pain inside
but baby it ain't over 'till it's over...

Lenny Kravitz

dedicated to my beloving Aceh...
this writing not worth a damn thing compare to
what they've been thru... But let's put our faith
and walk together hand in hand.
1 Comments
 
Let The Good Things Roll, Let The Bad Things Rock!
01.04.05 (5:33 am)   [edit]
There once this guy who believes that if u do things right u'll end up with something right. There are no wacky tacky thingamajigs underneath. Kinda what those ink cartridge commercial said, what u see is what u get. If u slap someone on the face u'll get one soon, either u or ur other relatives... It works the opposite... some believes it as Karma.Until he got disappointed on something... suddenly the theory bounced back like a junk mail on an oversize inbox of a never opened email account on an unpopular email provider (i could move on if necessary...;p) He doesn't believe in any of those craps... he tired of being a good person for what he gets is nothing close to what he expected. So, there he is making a new career of being a jerk ass. Bullshiting, mocking, worshipping things under the slogans like Sex, Drugs, & Rock N Roll... He now believes being bad could get you anywhere you want. A Maximum joy on earth and still get the best out of it. Way to go dude... After all, the world needs a bad side aight?


Good people do not need laws to tell them to act responsibly, while bad people will find a way around the laws. (Unknown)

4 Comments